Just call me, gin

apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran kalian setelah mendengar kalimat broken home?
pasti sebagian dari kalian berfikir broken home adalah keluarga yang hancur? rusak ? atau bahkan tak utuh? Mmm, well mungkin sebagian dari kalian yang baca tulisan ini mengalami hal yang sama seperti apa yang gua tulis, haha tenang gak usah sedih karna kalian gak sendiri, banyak dari kita yang mengalami hal yang sama atau bahkan ada yang jauh lebih buruk dari apa yang kita rasain. dan contohnya yah kek gua sendiri karna gua pun merasakan seperti apa yang kalian rasain sekarang, gua tau betul rasanya kek apaan, pasti gak enak! menyakitkan! membosankan! and i hate that.
dan sebagian dari temen-temen gua pun hampir mengalami hal yang serupa yaitu korban dari ketidak utuhan keluarga yang terjadi karna hubungan kedua orang tua yang kurang begitu baik. entahlah, kita sebagai anak hanya bisa mendengarkan dan menyaksikan kedua orang tua saling keras dan teriak satu sama lain seolah keduanya sama-sama merasa tersakiti sehingga tak ada yang mau mengalah dan terkadang anak harus jadi korban dari keegoisan orang tua.
berbagai konflik dan cerita dari versi broken home, ada yang orang tuanya bercerai, sering bertengkar karna satu sama lain mengetahui adanya perselingkuhan, krisis ekonomi atau ketidak harmonisan dan kecocokan karna salah satu dari mereka sudah tak saling cinta dan sebagainya, lucu namun menyakitkan untuk sebagian anak yang merasakan karna terjebak dalam situasi seperti itu. and well, beruntung buat kalian mempunyai keluarga yang untuk yang tak pernah mengalami konflik seperti apa yang gua sebutin diatas. hehe
terkadang gua heran, orang tua ingin selalu dipahami dan dimengerti tentang apa yang mereka mau tapi sedangkan mereka enggan untuk bisa memahami apa yang anak rasakan contoh kecil sering terjadi anak di didik keras hingga untuk sebagian anak menjadi trauma karna merasa hidupnya tertekan dan bahkan terkadang anak meniru dan merekam dalam memori ingatan mereka dari setiap kejadian-kejadian yang mereka alami sejak kecil dan parahnya anak bisa mempunyai kepribadian buruk karna buah dari hasil cara orang tua mereka mendidik. tapi, orang tua tetap enggan untuk bisa mau menyadari bahwa dari cara mereka mendidik gak semua anak bisa menerima karna setiap anak mempunyai batas kemampuannya masing-masing. keras semakin keras mereka mendidik tidak menjadikan anak itu bisa mengerti namun membuat anak jadi stress karna terus memaksakan kemampuannya yang diluar batas. keinginan orang tua bahwa anaknya harus lebih sukses dari orang tuanya adalah obsesi dari kegagalan orang tua yang tidak bisa menerima bahwa mereka tidak mampu dan melampiaskannya kepada anak bahwa anak mereka mampu dan bisa mewujudkan mimpi-mimpi orang tuanya yang tertunda tapi harapan kadang selalu tak seperti hayalan.
kita mengerti setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya tapi terkadang orang tua melupakan bahwa setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, para orang tua tidak bisa menyamaratakan kekampuan anak-anaknya dengan anak yang lainnya karna kita sebagai anak mempunyai hak untuk menentukan mimpi agar berkembang dengan cara kita sendiri.
-gin
18/12/2019
Komentar
Posting Komentar